Wednesday, 6 May 2015

Kerajaan Windsor

Sachsen-Coburg-Gotha
Sachsen-Coburg-Gotha ialah bekas kadipaten (Herzogtum dalam bahasa Jerman) di Thüringen dan juga keluarga kerajaan yang memimpin di Eropa. Wilayah kekuasaaannya dilebur pada tahun 1918 (setelah kekalahan Jerman pada Perang Dunia I), dengan Coburg masuk ke dalam negara bagian Bayern, Gotha masuk ke dalam Thüringen, sedangkan wilayah lainnya dimasukkan ke dalam Sachsen.

Kadipaten
Kadipaten ini didirikan pada tanggal 12 November 1826 oleh Ernst I dari Sachsen-Coburg-Gotha (1784-1844, sebelumnya Ernst I dari Sachsen-Coburg-Saalfeld) melalui pertukaran wilayah yang terbagi atasCoburg dan Gotha ketika ia menyerahkan kadipaten Saalfeld dan 
Themar ke Meiningen. Walau begitu Gotha tetap di wilayahnya sendiri. Setelah adipati terakhir (Karl Eduard dari Sachsen-Coburg-Gotha) turun tahta pada tahun 1918, diadakan referendum, yang setelah itu Coburg masuk wilayah Bayern dan Gotha digabungkan dengan Thueringen.

Dinasti
Adipati pertama Ernst I dari Sachsen-Coburg-Gotha berasal dari Wangsa Wettin yang merupakan salah satu cabang kadipaten Ernst yang menguasai Sachsen. Keturunannya, para adipati di Sachsen-Coburg-Gotha (S-C-G) memerintah kadipaten itu antara tahun 1826-1918, dan menurunkan 4 dinasti di Eropa:

Wangsa Windsor

Wangsa Windsor (bahasa InggrisHouse of Windsor) adalah wangsa yang memerintah Britania Raya dan wilayah persemakmuran (commonwealth realms) lainnya. Wangsa ini didirikan oleh Raja George V dengan proklamasi kerajaan pada 1917, sebagai pelanjut dari wangsa Sachsen-Coburg dan Gotha di Britania. Pemberian nama baru ini merupakan akibat langsung dari sentimen anti-Jerman di Britania pada waktu Perang Dunia I.
Wangsa Windsor pada saat ini merupakan salah satu dari sedikit wangsa yang memerintah tanah yang tersebar di semua benua di seluruh dunia sekaligus. Kepala wangsa Windsor saat ini adalah Elizabeth II dari Britania. Sepupu dari wangsa ini juga memerintah di Kerajaan Belgia.Anggota Keluarga yang paling menonjol dari House of Windsor adalah Kepala Wangsa, Ratu Elizabeth II, yang memimpin monarki dari 16 Anggota Negara Persemakmuran.
Edward VII dan, pada gilirannya, anaknya, George V, adalah anggota ducal Jerman Wangsa Saxe-Coburg and Gotha berdasarkan keturunan mereka dari Albert, Prince Consort, Suami dari Ratu Victoria. Tingginya anti jerman di antara orang-orang dari Kerajaan Inggris Raya selama Perang Dunia I mencapai puncaknya pada Maret 1917, ketika Gotha G.IV, pesawat berat mampu melintasiSelat Inggris, mulai membom London secara langsung dan menjadi nama rumah tangga. Pada tahun yang sama, tanggal 15 Maret, Sepupu pertama Raja George, Nicholas II, sang Kaisar Rusia, turun tahta,yang mengangkat momok untuk menurunkan tahta di semua kerajaan eropa. Raja dan keluarganya akhirnya meyakini untuk melepaskan gelar yang berasal dari Jerman dan mengganti nama wangsa ke versi Anglikan. Karenanya, pada 17 July 1917, sebuah proklamasi kerajaan dikeluarkan oleh George V menyatakan:
Now, therefore, We, out of Our Royal Will and Authority, do hereby declare and announce that as from the date of this Our Royal Proclamation Our House and Family shall be styled and known as the House and Family of Windsor, and that all the descendants in the male line of Our said Grandmother Queen Victoria who are subjects of these Realms, other than female descendants who may marry or may have married, shall bear the said Name of Windsor....

Namanya memiliki hubungan panjang dengan monarki di Inggris, melalui kota Windsor, Berkshire, dan Kastil Windsor; Windsor Castle menjadi dasar lambang dari Wangsa of Windsor. Dari 1917 ke 1919, George V juga melucuti 15 hubungan Jerman-nya—yang sebagian besar berasal dari Wangsa Hanover—Dan melepas gelar pangeran dan putri inggris.


No comments:

Post a Comment